Selasa, 23 Juni 2015
Berpuasa di Kota Kiruna Kala Matahari Bersinar 24 Jam
Menjalankan ibadah puasa pada musim panas di negara-negara Eropa menjadi tantangan tersendiri bagi umat Islam. Sebab, saat musim panas, negara-negara Eropa mengalami siang hari lebih panjang.
Alhasil, rata-rata Muslim di Eropa menjalani puasa di atas 18 jam sehari. Bahkan, di beberapa tempat, mereka harus berpuasa hingga 20 jam sehari. Nah, tantangan lebih berat harus dialami 700 umat Islam yang tinggal di kota Kiruna, Swedia.
Kota ini berjarak hanya 145 kilometer dari lingkar kutub dan dikelilingi gunung-gunung bersalju meski di musim panas. Sebagian besar Muslim di Kiruna adalah para pencari suaka yang ditampung di kota itu sembari menunggu klaim mereka diproses.
Pada bulan Ramadhan tahun ini, mereka menjalani ibadah puasa dengan penuh tantangan. Sebab, antara 28 Mei hingga 16 Juli, matahari terbit 24 jam di kota Kiruna. Artinya, selama separuh dari bulan puasa ini, umat Islam di Kiruna menjalaninya dalam suasana terang benderang. Lalu, bagaimana umat Muslim menjalankan ibadah puasa mereka?
"Saya mulai santap sahur pada pukul 03.30 dini hari. Saat itu, matahari sudah bersinar terang. Saat akan tidur, saya pasang dua tirai di jendela, tetapi tetap saja cahaya matahari masuk," kata Ghassan Alankar, pencari suaka asal Suriah.
Karena tak ada otoritas tunggal Islam Sunni yang bisa memberikan fatwa soal menjalankan puasa di kawasan seperti ini, umat Islam di belahan bumi sebelah utara setidaknya menggunakan empat jadwal berbeda untuk berbuka.
Dalam hal ini, Ghassan menggunakan jadwal di Mekkah, Arab Saudi. "Saya menggunakan jadwal Mekkah karena kota itu adalah tempat lahirnya Islam. Namun, saya juga khawatir apakah ibadah puasa saya diterima Tuhan," ujar Ghassan.
"Saya tak tahu apakah saya sudah menjalankan ibadah dengan benar. Saya akan tahu jika saya masuk surga kelak," ujar Ghassan yang tiba di Swedia tujuh bulan lalu setelah melakukan perjalanan panjang lewat Lebanon, Turki, dan Yunani.
Sebagian umat Islam di Swedia mengikuti jadwal puasa yang berlaku di ibu kota Stockholm yang berjarak 1.240 kilometer sebelah selatan Kiruna. Mereka menggunakan jadwal itu mengikuti saran dari Dewan Riset dan Fatwa Eropa (ECFR), sebuah lembaga swasta beranggotakan para ulama yang berbasis di Dublin, Irlandia.
"Di Stockholm, masih ada siang dan malam," kata Sekjen ECFR Hussein Halawa kepada Al Jazeera.
sumber:http://internasional.kompas.com/read/2015/06/23/18484421/Berpuasa.di.Kota.Kiruna.Kala.Matahari.Bersinar.24.Jam
10 Tempat wisata yang wajib di kunjungi
comehere....#korea#singapore#thailand#inggris#vietnam#china#hongkong#india#nepal#bulgaria#argentina.
Jika Anda
berpikir Indonesia tak lebih menarik dari negara-negara di
Eropa
sana, cobalah berkunjung ke tanah Papua. Pulau paling timur Indonesia ini
memiliki segala keindahan alam yang tak habis Anda jelajahi. Daratan dan alam
bawah lautnya menjadi surga tersendiri bagi para penggemar wisata alam. Tak
hanya alamnya yang kaya, Papua juga menyimpan kearifan budaya lokal yang masih
bertahan di zaman serba modern ini. Menjelajahi Papua tentunya akan menjadi sebuah
pengalaman menarik yang bisa Anda ceritakan ke keluarga dan teman.
Kunjungi
Papua, jelalajahi kekayaan negeri sendiri. Jika masih bingung harus ke mana
selama di sana nantinya, berikut rangkuman 10 tempat wisata di Papua yang wajib
dikunjungi:
1. Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Taman
Nasional Teluk Cenderawasih
Taman
nasional dengan luas 1.453.500 hektar ini hampir 90% berupa perairan. Tak
mengherankan jika Taman Nasioanal Teluk Cenderawasih menjadi kawasan konservasi
laut terbesar dan terluas di Indonesia. Di sini, terdapat 196 jenis moluska dan
209 jenis ikan yang bisa Anda saksikan di alam bawah lautnya. Tak jarang
kura-kura, penyu, hiu dan lumba-lumba juga ikut menemani Anda saat menyelam.
Taman
Nasional Teluk Cenderawasih diresmikan pada tahun 1993 oleh Kementerian
Kehutanan. Selain menikmati alam bawah lautnya, Anda juga bisa menjelajahi
pulau-pulaunya. Pulau Mioswaar, salah satu pulau di tempat wisata di Papua ini, memiliki gua dengan
sumber air panas dengan kandungan belerang yang layak Anda kunjungi. Selain
Pulau Mioswaar, masih ada Pulau Yoop, Pulau Numfor, Pulau Nusrowi dan
pulau-pulau lainnya yang tak boleh Anda lewatkan.
Tempat
wisata ini secara administratif berada di dua kabupaten yaitu Wondama dan
Nabire. Taman nasional ini juga menjadi pusat penelitian hiu paus atau whale
shark yang dilakukan oleh pemerintah bekerjasama dengan LSM dalam dan luar
negeri.
2. Raja Ampat
Siapa tak
mengenal Raja Ampat? Salah satu tempat wisata di Papua ini keindahannya menarik
perhatian wisatawan domestik dan mancanegara. Kawasan Raja Ampat ini terdiri
dari empat pulau besar yaitu Waigeo, Misool, Salawati, Batanta dan pulau-pulau
kecil di sekitarnya.
Raja Ampat
memiliki biota laut yang beragam. Menurut laporan dari The Nature Conservancy,
sebanyak 75% spesies laut dunia ditemukan di perairan Raja Ampat. Selama
menyelam, Anda akan ditemani sekitar 1.511 jenis ikan dan juga penyu laut.
Mengasyikan, ya? Meskipun Anda bebas menyelam kapan saja sepanjang tahun di
sini, namun waktu terbaiknya adalah pada bulan Oktober dan November. Pada
bulan-bulan ini, cuaca sedang bagus dan air sangat jernih sehingga jarak
pandang saat menyelam sangat ideal.
Jika tak
ingin menyelam, Anda masih bisa menikmati keindahan Raja Ampat dengan melakukan
trekking di pulau-pulaunya. Takut tersesat? Tenang. Anda bisa menggunakan jasa
pemandu di sini. Pemandu di tempat wisata ini adalah warga setempat yang
sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan. Jangan lupa membawa buah pinang atau
permen untuk diberikan pada warga setempat. Buah pinang dan permen dianggap
sebagai tanda persahabatan dan akan membuat Anda lebih akrab dengan mereka.
Di sini, ada
banyak suvenir yang bisa Anda beli sebagai oleh-oleh mulai dari patung suku
Asmat sampai alat musik dan kain tradisional.
3. Danau Sentani
Danau dengan
luas 9.360 hektar ini merupakan danau terbesar di Papua. Terletak sekitar 50 km
dari pusat kota Jayapura, Danau Sentani menawarkan keindahan luar biasa.
Sedikitnya ada 21 pulau yang menghiasi danau dengan ketinggian 75 meter di atas
permukaan laut ini.
Ada banyak
kegiatan yang bisa Anda lakukan di sini mulai dari berenang, memancing,
menyantap kuliner di sekitar danau sampai menyewa perahu untuk berkeliling
danau. Selain itu, ada 24 desa di sekitar tempat wisata
ini yang bisa Anda kunjungi dan berinteraksi langsung dengan warganya.
Pemandangan deretan rumah panggung dengan jaring ikan menjadi hal yang wajar
Anda saksikan di sini.
Yang menarik
adalah adanya acara tahunan yaitu Festival Danau Sentani yang biasa
diselenggarakan pada pertengahan bulan Juni. Saat festival berlangsung, tempat
wisata di Papua ini akan penuh disesaki wisatawan yang ingin menyaksikan
berbagai pertunjukan seni dan budaya setempat. Selain
menikmati pertunjukan selama festival, Anda juga bisa memuaskan lidah dan perut
dengan kuliner khas Papua yang banyak disajikan di sini.
4. Danau Paniai
Danau Paniai
tak kalah menarik dari Danau Sentani. Danau ini bahkan disebut sebagai danau terindah
pada Konferensi Danau Se-Dunia di India pada tanggal 30 November 2007 yang
diikuti 157 negara. Danau ini berada di ketinggian 1.700 meter di atas
permukaan laut dengan luas 14.500 hektar. Saat senja, pemandangan di tempat
wisata ini sangat cantik. Anda bisa melihat siluet tebing-tebing, burung-burung
berterbangan di atas danau ditambah perahu nelayan setempat yang mulai merapat
pulang.
Di sini,
Anda bisa memancing bersama perempuan-perempuan suku Mee dan Moni yang biasa
dipanggil ‘mama’. Danau Paniai merupakan salah satu penghasil ikan air tawar
terbesar di Papua, banyak ikan yang Anda temukan di sini seperti ikan mas, ikan
nila dan ikan mujair.
Fasilitas
yang disediakan di tempat wisata di Papua ini cukup lengkap mulai dari pos
jaga, pemandu, sewa perahu dan alat pancing, sampai warung makan di sekitar
danau. Jika ingin menikmati keindahan Danau Paniai lebih lama, Anda bisa
menginap di rumah warga.
5. Lembah Baliem
Lembah
Baliem merupakan tempat tinggal suku Dani, Yali dan Lani yang terletak di
sekitar Pegunungan Jayawijaya. Berada di ketinggian 1.600 meter di atas laut
membuat suhu di tempat ini bisa mencapai 10-15 derajat Celcius pada malam hari.
Di sini, Anda bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan suku asli yang
masih memakai koteka bagi pria dan rok rumbai bagi perempuannya.
Pada bulan
Agustus, Lembah Baliem menjadi tempat wisata di Papua yang menarik banyak
perhatian wisatawan. Selama tiga hari diselenggarakan acara tahunan yaitu
Festival Lembah Baliem. Festival ini sebenarnya merupakan cara pemerintah untuk
menghapuskan perang antar suku yang sering terjadi di sini. Perang antar suku
telah dilarang, sebagai gantinya diadakan festival ini yang mengubah perang
tersebut menjadi pertunjukan seni dan budaya untuk mengundang wisatawan.
Dalam perang
di festival ini, ada skenario yang dijalankan. Biasanya perang akan diawali
dengan penculikan perempuan salah satu suku atau pencurian babi yang menjadi
hewan ternak di sini. Selanjutnya, perang akan berlangsung dengan diawali
tarian suku dan diiringi musik tradisional. Selain perang, ada juga lomba
karapan babi antar desa dan pesta babi bakar. Anda juga bisa membeli kerajinan
tangan hasil karya suku setempat.
6. Desa Wisata Sauwandarek
Desa Wisata
Sauwandarek
Jika di
Lembah Baliem Anda bisa berinteraksi dengan suku yang tinggal di pegunungan, di Desa Sauwandarek Anda bisa bertemu
langsung dengan suku asli yang hidup di pesisir. Desa Sauwandarek masih berada
di kawasan Kabupaten Raja Ampat, tepatnya di Meos Mansar. Di sini, Anda bisa
melihat rumah tradisional yang terbuat dari kayu dan beratapkan jerami.
Tempat
wisata budaya ini hanya ditempati sekitar 46 kepala keluarga. Perempuan-perempuan
di sini biasa membuat topi dan tas dari daun pandan laut. Jika menyukai hasil
karya mereka ini, Anda bisa membelinya langsung di tempat.
Di sini,
Anda bisa menyelam dan snorkeling. Selain itu, Anda juga bisa trekking ke
telaga unik yang ada di desa ini. Namanya Telaga Yenauwyau, dikatakan unik
karena air di telaga ini air asin, bukan air tawar seperti kebanyakan air di
telaga lain. Menurut warga sekitar, di telaga ini ada penyu putih yang jika
Anda melihatnya maka Anda akan mendapatkan keberuntungan.
7. Pantai Bosnik
Siapkan
kamera Anda karena keindahan pantai ini bisa membuat Anda tak berhenti mengambil gambarnya.
Pantai Bosnik yang berada 15 km dari pusat kota Biak ini memiliki hamparan
pasir luas dengan air jernih kebiruan dan deretan pohon kelapa yang
menjadikannya sebagai pemandangan sempurna untuk diabadikan dalam kamera Anda.
Tempat
wisata di Papua ini cocok sekali untuk bersantai bersama keluarga. Dengan
membayar 10.000 Rupiah saja, Anda sudah bisa menikmati keindahan pantai yang
terletak di Desa Woniki ini. Selain bermain voli pantai di pasirnya yang
landai, Anda juga bisa menyewa saung dengan harga 50.000 Rupiah dan menikmati
es kelapa muda segar juga kuliner setempat.
8. Pantai Amai
Pantai Amai
Pantai Amai
adalah tempat wisata
yang tepat bagi Anda yang menginginkan ketenangan. Pantai ini memang
relatif sepi, namun bukan berarti tak menarik. Di ujung pantai, ada muara
sungai yang membuat air asin dan air tawar bertemu di sini. Air tawar ini biasa
digunakan oleh wisatawan untuk membilas diri setelah berenang di pantainya.
Selain
berenang, Anda juga bisa bermain voli pantai, menyelam, snorkeling atau
bersantai di gazebo yang bisa Anda sewa dengan harga 50.000 Rupiah. Jika ingin
menginap, di Pantai Amai sudah tersedia penginapan dengan gaya rumah panggung.
Pantai Amai
berada di Distrik Depapre atau sekitar 2 jam perjalanan dari Jayapura.
Perjalanan menuju pantai akan menguji adrenalin Anda karena medan yang naik
turun dan berkelok, namun semuanya akan terbayar ketika sampai dan menyaksikan
keindahan Pantai Amai. Untuk masuk ke tempat wisata ini, Anda diharuskan
membayar sebesar 25.000 Rupiah yang sudah termasuk biaya parkir.
9. Pulau Rumberpon
Pulau
Rumberpon
Pulau
Rumberpon berada di Teluk Wondama atau 5 jam perjalanan dengan kapal dari
Manokwari. Pulau ini memiliki pantai yang disebut dengan Pantai Pasir Panjang
karena memang garis pantainya sangat panjang mencapai 6 km.
Di tempat
wisata ini, Anda bisa melakukan kegiatan andalan seperti menyelam, snorkeling,
berenang dan memancing. Jika ingin pengalaman berbeda, cobalah mengunjungi
hutan bakau yang ada di pesisir lain di pulau ini. Anda juga bisa ke padang
alang-alang untuk melihat burung rusa di sini.
10. Tugu MacArthur
Tugu
MacArthur
Tugu
MacArthur merupakan tugu penghormatan bagi Jenderal Douglas MacArthur yang
merupakan jenderal besar Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II. Tugu ini
berada di Ifar Gunung, Jayapura. Di sini, Anda bisa masuk ke museum, melihat foto-foto dan sejarah perjalanan
militer Jenderal MacArthur. Tempat wisata di Papua ini menjadi saksi kejayaan
jenderal besar yang membuat strategi beberapa perang besar. Berada di
ketinggian 325 meter di atas laut, Anda bisa melihat Danau Sentani dan lapangan
terbang Bandara Sentani dari sini.
Tugu
MacArthur sendiri adalah sebuah tugu dengan tinggi 3 meter yang didominasi
warna kuning dan hitam. Di tugu ini tertulis sejarah mengenai Jenderal Douglas
MacArthur dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Sekilas
tentang MacArthur, jenderal ini dikenal dengan ucapannya, ‘I came through and I
shall return’. Ia mengatakan ini saat pangkalan militernya di Filipina
dihancurkan oleh Jepang dan ia beserta pasukannya terpaksa mundur ke Australia.
Setelah menyusun strategi perang, pada tahun 1944 ia mendarat di Teluk Hamadi,
Jayapura, dan membangun markas di lokasi Tugu MacArthur berada saat ini. Sang
Jenderal membuktikan ucapannya karena kemudian ia dan pasukannya berhasil menyingkirkan
Jepang dan membalas kekalahan Amerika di Filipina dan di Pearl Harbour.
Langganan:
Komentar (Atom)









